3. Kegiatan Pengembangan Diri
Pengembangan diri diarahkan untuk pengembangan karakter peserta didik yang ditujukan untuk mengatasi persoalan dirinya, persoalan masyarakat di lingkungan sekitarnya, dan persoalan kebangsaan.
Madrasah memfasilitasi kegiatan pengembangan diri seperti berikut ini.
a. pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di dalam kelas (intrakurikuler) dengan alokasi waktu 2 jam tatap muka, yaitu:
1) Bimbingan Konseling, mencakup hal-hal yang berkenaan dengan pribadi, kemasyarakatan, belajar, dan karier peserta didik.
Bimbingan Konseling diasuh oleh guru yang ditugaskan.
2) pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di luar kelas (ekstrakurikuler) diasuh oleh guru pembina. Pelaksanaannya secara reguler setiap hari Sabtu, yaitu:
§ bola Volley
§ bola Kaki
§ Pramuka
§ Palang Merah Remaja (PMR)
§ Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)
§ Jama’ah Yasin
§ Kelompok Giat Belajar Bahasa Inggris
b. Program Pembiasaan mencakup kegiatan yang bersifat pembinaan karakter peserta didik yang dilakukan secara rutin, spontan, dan keteladanan.
| RUTIN | SPONTAN | KETELADANAN |
| upacara | membiasakan antri | berpakaian rapi |
| senam | memberi salam | memberikan pujian |
| sholat berjamaah | membuang sampah pada tempatnya | tepat waktu |
| kunjungan pustaka | musyawarah | hidup sederhana |
Pembiasaan ini dilaksanakan sepanjang waktu belajar di madrasah. Seluruh guru ditugaskan untuk membina Program Pembiasaan yang telah ditetapkan oleh madrasah.
Penilaian kegiatan pengembangan diri bersifat kualitatif. Potensi, ekspresi, perilaku, dan kondisi psikologis peserta didik merupakan portofolio yang digunakan untuk penilaian.
4. Pendidikan Kecakapan Hidup
Pendidikan kecakapan hidup yang diterapkan oleh madrasah merupakan bagian integral dari pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Dengan demikian, materi kecakapan hidup akan diperoleh peserta didik melalui kegiatan pembelajaran sehari-hari yang emban oleh mata pelajaran yang bersangkutan..
5. Beban Belajar
Madrasah menetapkan beban belajar peserta didik sebagai berikut
a. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum..
b. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur 30% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.
c. Alokasi waktu untuk praktik adalah satu jam tatap muka setara dengan dua jam kegiatan praktik di madrasah atau empat jam praktik di luar madrasah.
Beban Belajar Peserta Didik
| Kelas | Satu jam tatap muka (menit) | Jumlah jam pembela-jaran Per minggu | Minggu Efektif per tahun ajaran | Waktu pembelajaran per tahun | Jumlah jam per tahun (@60 menit) |
| VII s.d. VIII | 40 | 39 | 34 | 1326 jam pel (59.679 menit) | 994,5 jam |
6. Ketuntasan Belajar
Berdasarkan ketentuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kep. Seribu dan memperhatikan kemampuan peserta didik dari hasil tes awal, madrasah menetapkan ketuntasan belajar pada masing-masing mata pelajaran sebagai berikut ini.
Target Ketuntasan Belajar Peserta Didik
| MATA PELAJARAN | 2007/2008 | 2008/2009 |
| Pendidikan Agama | 70 % | 75 % |
| Pendidikan Kewarganegaraan | 70 % | 72 % |
| Bahasa Indonesia | 60 % | 60 % |
| Bahasa Inggris | 60 % | 60 % |
| Matematika | 60 % | 60 % |
| Fisika | 60 % | 60 % |
| Biologi Kimia | 60 % 60 % | 60 % 60 % |
| Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi | 60 % 60 % 60 % 60 % | 62 % 62 % 60 % 62 % |

0 komentar