Dari sejumlah tenaga kependidikan, 100 % tenaga kependidikan tetap yayasan dan 100 % karyawan tetap yayasan.
D. Keadaan Peserta Didik
1. Jumlah peserta didik
Jumlah peserta didik pada tahun pelajaran 2009/2010 seluruhnya berjumlah 109 orang. Persebaran jumlah peserta didik antar kelas tidak merata. Peserta didik di kelas VII ada sebanyak 2 rombongan belajar.
Jumlah Peserta Didik Tahun 2009
| Kelas | Jumlah | Jumlah | |
| Laki-laki | Wanita | ||
| VII | 24 | 23 | 47 |
| VIII | 19 | 10 | 29 |
| IX | 25 | 7 | 32 |
| JUMLAH | 58 | 41 | 109 |
Keadaan Tidak Naik Kelas dan Putus Madrasah /Droup Out
Peserta didik yang tidak naik kelas dan angka putus madrasah (Droup-Out) peserta didik ternyata cukup tinggi setiap tahunnya.
Tidak Naik Kelas dan Putus Madrasah
| Tahun | Kelas | Jumlah | Tidak Naik | Putus Madrasah/DO |
| Pelajaran | ||||
| 2007 / 2008 | I II III | 30 - - | 1 - - | 1 - - |
| 2008 / 2009 | I II III | 29 30 - | - - - | - 2 - |
| 2009/2010 | VII VII IX | 30 32 47 | | |
Tingginya keadaan putus madrasah peserta didik terutama disebabkan karena masih kurangnya kesadaran orang tua dan peserta didik tentang arti pentingnya pendidikan, selain juga karena faktor kesulitan ekonomi.
Untuk mengatasi kendala ekonomi, madrasah telah mengupayakan berbagai bantuan dari berbagai pihak. Pada tahun pelajaran 2007/2008 lebih dari 90% peserta didik mendapatkan bantuan biaya yang berupa hibah dari PEMDA dan hasil usaha Pesantren.
Beasiswa tahun 2007
| ASAL BANTUAN | JUMLAH PENERIMA (peserta didik) |
| PEMDA | 30 |
| Yayasan /pesantren | 9 |
3. Input dan Output NEM
Pencapaian nilai rata-rata NEM peserta dari tahun ke tahun cenderung mengalami kenaikan. Namun demikian, peserta didik yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, khususnya PMDK atau UMPTN ternyata kurang memuaskan.
Input dan Output NEM Peserta didik
| Input Tahun | Rata-rata NEM | Output Tahun | Rata-rata NEM | Yang ke PTN Tahun 2002-2006 |
| 2007-2008 2008-2009 | 4,25 4,26 | | | |
Faktor ekonomi keluarga dan kurangnya kesadaran terhadap pendidikan diduga menjadi penghambat dalam kemajuan pendidikan di madrasah.
E. Orang Tua Peserta Didik
Wilayah yang ada di sekitarnya kebanyakan wilayah pertanian.Mayoritas pekerjaan orang tua murid adalah buruh tani.Mereka mengandalkan kebutuhan sehari-harinya dari hasil buruh tani itu.
Keadaan Orang tua Peserta didik
| No | Pekerjaan | Jumlah | Prosentase |
| 1 | Petani | 58 | 99,7% |
| 2 | PNS | - | - |
| 3 | Pegawai Swasta | 1 | 0,3% |
Keadaan orang tua peserta didik sebagian besar (99,7%) memiliki mata pencaharian sebagai petani. Sebagian kecil orang tua peserta didik (0,3%) sebagai pegawai swasta.
F. Kerja Sama Madrasah
1. Kerja sama dengan Orang Tua
Kerja sama dengan orang tua peserta didik dilaksanakan melalui Komite Madrasah. Ada lima peran orang tua dalam pengembangan madrasah, yaitu sebagai:
a. donatur dalam menunjang kegiatan dan sarana madrasah, namun belum berjalan optimal mengingat kondisi ekonominya;
b. mitra madrasah dalam pembinaan pendidikan;
c. mitra dalam membimbing kegiatan peserta didik;
d. mitra dialog dalam peningkatan kualitas pendidikan; dan
e. sumber belajar.
2. Kerja sama dengan Alumni pondok pesantren.
Kerja sama antara madrasah dengan alumni pondok pesantren belum dapat digali secara maksimal mengingat keberadaan alumni yang tidak berada di daerah Kepulauan Seribu, sementara komunikasi belum berjalan dengan lancar karena keadaan geografi yang tidak memungkinkan.
3. Prestasi yang pernah diraih/dicapai.
1) Bidang Akademis : -
2) Bidang Non akademis :
§ Juara II olimpiade matematika Se-KKM Lakbok (tahun 2008)

0 komentar